Sabtu, 26 Mei 2012

Mengapa Tekanan Darah Kita meningkat ?

“Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya”. (QS. Al-Furqan, 25: 2)

Ketika darah di tubuh seseorang mengalir lebih cepat dari ukuran normal atau kewajarannya, biasanya keadaan demikian disebut tekanan darahnya tinggi (hipertensi). Lalu mengapa darah tiba-tiba bisa mengalir lebih cepat atau tekanan darah selalu tinggi? Seseungguhnya Allah Ta’ala telah menciptakan segala sesuatu dengan baik dan dengan ukuran yang sangat rapi, termasuk gerakan aliran darah dalam tubuh.
Tentunya darah tidak begitu saja mengalir  melebihi kecepatan yang sudah diatur dan ditetapkan oleh Sang Khaliq. Darah mengalir ke seluruh tubuh berkat kerja jantung (qalb) yang memompa darah tanpa istirahat selama 24 jam. Dari kerja jantung inilah darah segar penuh oksigen (O2) mengalir melalui arteri (Asy-Syarayaan) , masuk ke pembuluh darah kecil/kapiler (Asy’iirat) dan darah penuh karbon (CO2) kembali ke jantung melalui melalui vena/pembuluh darah balik (warid).
Artinya gerakan atau aliran darah di tubuh  sangat dipengaruhi oleh kinerja jantung. Untuk itu masalahnya adalah apa saja yang mempengaruhi jantung sehingga dia memompa darah atau berdegub lebih kecang dari kewajaran? Selain itu gerakan jantung memompa darah juga bisa dipengarungi oleh kondisi pembuluh darah (Al-u’iyah Ad-dumwiyah). Bila pembuluh darah sehat dan baik tentu darah mengalir dengan normal. Tapi bila pembuluh darah kotor, banyak materi yang melekat dan menyumbat atau menghambat aliran darah. Bila demikian tentunya jantung perlu tenaga ekstara  untuk mendorong/memompa darah agar sampai ke tujuan.
Lain pula masalahnya jika darah  di tubuh seseorang lebih kental dan banyak mengalami kerusakan sehingga dia mengalir dengan lambat. Maklumlah seseuatu darah yang cair lebih mudah mengalir dibanding darah yang  kental. Dan tentunya sesuatu yang kental bergerak lebih lambat, bahkan bila tidak diantisipasi darah yang kental lebih cepat membeku. Untuk mendorong darah yang kental tentunya lagi-lagi jantung perlu tenaga (tekanan/dorongan) ekstra.
Setidaknya inilah yang mempengaruhi tekanan darah (tensi) seseorang meningkat. Diantara tokoh kedokteran meneliti dan mengembangkan pengetahuan tentang peredaran darah adalah Ibnu Nafis pada abad ke 13 di Damaskus, Syiria.  Mungkin bisa diibaratkan kita memompa ban dengan pompa manual, udara yang mengalir ke objeknya tentu seiring dengan gerakan (cepat lambatnya) memompa, kondisi selang dan lebih utama kemampuan yang memompa.

Tekanan Darah Meningkat 
Ada beberapa hal yang memicu tekanan darah menjadi berat (meningkat):
 
- Jantung Mendapat ‘Kejutan’  
Jantung (Qalb) adalah organ yang mendapat amanat dan paling bertanggungjawab atas peredaran darah ke seluruh tubuh dengan aktivitas utamanya memompa darah. Selayaknya jantung yang disebut kalangan ulama sebagai pusatnya ruh senantiasa selalu dalam keadaan tenang dan stabil. Sebab bila sedikit saja organ tersebut mengalami goncangan atau kejutan tentu akan mempengaruhi laju peredaran darah dan kegiatan seluruh organ.
Untuk itu hal yang paling mudah mempengaruhi jantung adalah stabilitas ruh yang menjadi sumber kejiwaan dan energi  tak tampak bagi manusia. Bila Ruh (jiwa) manusia manusia senantiasa tenang, tentram dan tak mudah goncang atau reaktif menghadapi bahtera dan ujian kehidupan di dunia, Insya Allah aliran darah juga menjadi tenang dan stabil. Namun sebaliknya jika jiwa dilanda atau mudah cemas (qaliq), tegang (matutur), panik (hala’a),  takut (khauf), tertekan (Madhlum), dibayangi perberbuatan salah/dosa tentu akan mempengahui kinerja jantung, sehingga gerakannya (detaknya) menjadi lebih cepat. Hal itu mudah diamati ketika seseorang ketakutan, terkejut atau sedang kesal biasanya jantungnya bedegub lebih kencang.
Ketika jantung berdetak lebih  kencang tentu ia akan memompa darah juga lebih cepat, ibarat seseorang yang menambah kecepatan ketika menggunakan kompa. Dengan bertambahnya kecepatan tersebut tentunya darah juga turut mengalir lebih cepat dan memaksa semua organ yang dilalui darah bekerja lebih cepat dari biasanya terutama perputaran darah di kepala dan ginjal.  Organ yang dipaksa bekerja lebih cepat dari kemampuan dan kewajarannya hampir dipastikan tidak berfungsi maksimal menjalankan tugas maupun tanggungjawabnya menjaga keseimbangan tubuh.
Begitu pula pembuluh darah yang biasanya rilek dialiri darah tiba-tiba menjadi tegang karena kecepatan aliran bertambah. Bila volume darah yang mengalir jumlahnya  meningkat juga bisa membuat pembuluh darah melebar dan sangat beresiko rusaknya jaringan tersebut, bahkan pipa-pipa mungil yang tak nampak oleh mata telanjang tersebut bisa cedera dan pecah.           
“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” (QS. Al-Mulk: 3)
Siapa pun yang tengah dalam kondisi kejiawaan demikian kemungkinan besar bila ditensi tidak menunjukkan angka normal atau stabil. Bila hal ini terjadi menimbulkan efek terganggunya kesehatan dan fitalitas, yang dijadikan tanda-tanda darah tinggi. Padahal sejak dini Rasulullah SAW mengingatkan bahwa kecemasan membuat seseorang akan merasakan sakit tubuhnya.
Boleh jadi kejutan yang dialami jantung dari faktor kejiwaan inilah yang menjadi pemicu utama - bahkan mencapai 90% - hipertensi. Apalagi memburuknya kondisi kejiawaan (stress) mempengaruhi peningkatan produksi hormon aldosteron yang berperan penting dalam mengemban amanah menjaga stabilitas tekanan darah. Belum lagi terganggunya metabolisme berbagai jaringan tubuh akibat goncangan jiwa.    

- Penyumbatan Pembuluh Darah
Bila pipa-pipa lembut dan menakjubkan yang dialiri darah dalam keadaan mulus, bersih tanpa goncangan jiwa tentunya darah mengalir tanpa hambatan. Namun jika saluran darah di tubuh seseorang terdapat kotoran yang berkeliaran atau melekat, apalagi jumlahnya banyak dan menebal di dinding pembuluh darah tentunya merusak darah dan mengganggu kelancaran peredarannya.
Penyumbatan darah ini diantaranya berasal dari bahan-bahan kimia yang tidak berhasil dicerna atau dihancurkan oleh tubuh sehingga masuk bercampur dengan darah. Partikel kecil dari bahan kimia inilah kemudian menumpuk di lintasan saluran pembuluhan darah atau turut melekat di dindingnya. Bahan kimia tersebut biasanya berasal dari pencemaran dan polusi pupuk buatan, racun pestisida pembunuh serangga, polusi industri, kendaraan, debu dan lainnya.
Bahan kimia yang kerap merusak kesehatan sel dan darah banyak berasal dari pengawet, perasa, pewarna, pemanis buatan, ragi tiruan dan pengharum sintetis makanan dan minuman. Bila bahan kimia yang lembut tersebut masuk dalam darah  dia akan menimbun di sel dan darah sehingga menggangu kesehatan darah, dan sangat mudah menjadi biang penyumbatan.
Penyumbatan juga bisa dipengaruhi oleh ragam makanan nabati dan hewani yang menyimpan atau terpapr bahan kimia. Diantara makanan yang akrab dengan masyarakat adalah daging, susu dan telur yang diproduksi dari hewan yang menelan dan kenyang dengan suntikan ragam hormon tumbuh cepat, antibiotika dan vaksin. Pada umumnya hewan tersebut tak ttumbuh normal dan tidak sehat, karena hidupnya ditakar waktu untuk dipanen dan dipaksa bertelur cepat.  Bila hewan atau tumbuhan tidak sehat, tentu dagingnya juga tidak sehat, bau dan tak segar sebab sarat dengan bahan kimia. Bagaimana dampaknya bagi kesehatan darah dan manusia?
Belum lagi pencemaran yang menyelimuti minuman air mineral yang telah diproses sedemikian rupa ternyata tidak sedikit ditemukan kandungan kaporit dan logam berat berlebihan. Sayangnya meniman jenis ini bebas beredar dan diminum banyak orang.  Kaporit dan logam berat ini sangat berbaya bagi kesehatan, apalagi menumpuk di pembuluh darah. Mereka yang menyimpan kedua materi berbahaya ini berlebih dalam tubuhnya tentu menggangu peredaran darah, dan bila ditensi....?              
Sebenarnya tubuh kita memiliki kemampuan untuk membersihkan diri dari racun-racun itu. Namun demikian, jika racun yang masuk ke dalam tubuh kita terlalu banyak dan kompleks, maka tubuh akan mengalami kesulitan dan bahkan kegagalan dalam menyaring dan membuang racun. Akibatnya racun akan ikut beredar di dalam darah dan menimbulkan timbunan di sel, pembuluh darah dan organ-organ tubuh, sehingga mengganggu fungsi organ-organ dan metabolisme tubuh. Jika masalah ini tidak teratasi, maka munculah berbagai macam keluhan, penyakit dan kelainan, di antaranya :
kolesterol berlebihan : lemak berlebihan, zat pewarna, zat perasa, zat pengawet

Tidak ada komentar:

Posting Komentar