Kamis, 12 Januari 2012

Al Masih Bukan Nama

Dewasa ini lebih dari semilyar kaum Masehi beriman pada pernyataan "Yesus (Isa
Alaihissalam) yang berasal dari Nazaret adalah Almasih". Mereka mengimaninya tanpa
meneliti secara mendalam. Mereka mengemukakan "seribu satu" ramalan dari kitab suci
bangsa Yahudi (Perjanjian Lama) untuk membuktikan pengakuannya tentang "Yesus
adalah Almasih yang dijanjikan oleh bangsa Yahudi".
Marilah kita tinggalkan "seribu" ramalan itu dan kita teliti satu kebenaran saja, yang telah
diramalkan sendiri oleh Yesus. Itu merupakan satu-satunya ramalan Yesus yang tidak
diragukan lagi dalam Injil. Untuk itu marilah kita teliti kembali, apakah ia sudah
menepati janjinya kepada bangsa Yahudi.
Pertama-tama, kita harus menerima kebenaran kata "Almasih" sebagai gelar, bukan
nama.
Almasih terjemahan dari kata Ibrani "Mesias", yang artinya "seorang yang diurap dengan
minyak kudus". Persamaan katanya dalam bahasa Yunani ialah "Christos", yang dalam
bahasa Inggris disebut dengan "Christ".
Pada masa itu para alim ulama dan raja-raja yang hendak dilantik untuk menduduki suatu
jabatan tertentu "diurap" dengan minyak kudus. Kitab suci memberikan gelar ini
meskipun kepada Raja Cyrus (dari Parsi) yang menyembah berhala, seperti dalam bunyi ayatnya:
"Beginilah firman Tuhan: "inilah firmanKu kepada orang yang kuurapi, kepada Koresy
yang tangan kanannya Kupegang, supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya
dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu
gerbang tidak tinggal tertutup." (Yesaya 45:1 )

"Lukas mengisahkan kepada kita, ujarnya:
"Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu
nama yang disebut oleh malaikat sebelum ia dikandung ibuNya." (Lukas 2:21 )
Nama yang diberikan kepada Maryam untuk anaknya sebelum dilahirkan adalah Yesus
(Isa), bukan Almasih. Ia mengaku dirinya "Almasih", sesudah dibaptis oleh Yohanes
Pembabtis (Yahya Alaihissalam). Terhadap gelar ini, bangsa Yahudi tidak sepenuhnya
menerima. Oleh karena itu mereka meminta suatu tanda!
Dalam Injilnya, Matius meugutarakan tentang ahli Taurat dan orang Farisi yang datang
kepada Yesus untuk meminta tanda itu. Mereka berkata, "Guru, kami ingin melihat suatu
tanda dari pada-Mu." (Matius 12:38)

Mereka menuntut hakikat dari kebenaran yang dibawanya itu. Yang mereka minta bukan
hanya suatu permainan "sulap" atau "kecepatan permainan tangan", seperti mengeluarkan
kelinci dari dalam topi, atau menginjak bara api. Mereka menganggap mukjizat seperti itu
hanya semacam permainan sihir dari para peramal atau dukun pembuat jampi-jampi.
Tapi apakah Yesus sudah membuktikan kebenaran janji yang pernah diucapkannya itu?
Secara aklamasi umat Nasrani mengatakan "Ya!" Mereka beraklamasi tanpa
memperdulikan nasihat-nasihat kitab sucinya sendiri, yang mengatakan kepada mereka:
"Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik." (I Tesalonika 5:21 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar